Cari Artikel :     
 
 

Pusdikpenerbad Puspenerbad Jl. Puad A. Yani No. 2 Semarang Barat, Jateng. Telp 024-7604109 Fax. 024-7607135

 
 
DANPUSDIKPENERBAD


KOLONEL CPN SUPRAPTO, S.E.

GALLERY FOTO

logo

VISITOR

Pengunjung : 117 visitor
Member : 0 user
Dosen : 0 user

 
   
 

Bagaimana Pemandu Lalu Lintas Udara Menjaga Keselamatan Anda?

logo

Sewaktu naik pesawat, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sang pilot tahu tujuannya? Boleh jadi, Anda gelisah sewaktu memikirkan bahwa ada puluhan atau ratusan pesawat yang hilir-mudik di angkasa pada waktu yang bersamaan. Bagaimana sampai mereka tidak saling tabrak?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajar bagi orang-orang yang bepergian dengan pesawat. Namun, statistik memperlihatkan bahwa mengadakan perjalanan dengan pesawat komersial cukup aman,* sebenarnya bahkan lebih aman ketimbang naik motor atau mobil. Faktor penting yang turut menjaga keselamatan adalah sistem pemandu lalu lintas udara.

Memandu Penerbangan Anda dengan Aman

Sang kapten, atau pilot yang mengendalikan pesawat, adalah yang paling bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan sebuah pesawat. Namun, yang sering terjadi adalah ia tidak dapat melihat pesawat lain terbang di sekitarnya dan tidak mengetahui keberadaan mereka. Untuk alasan inilah, kebanyakan negara mempunyai sistem pemandu lalu lintas udara. Para petugas di darat terus mengikuti setiap fase penerbangan yang beroperasi mengikuti aturan instrumen penerbangan.

Samuel, yang sudah 13 tahun bertugas sebagai pemandu lalu lintas udara di Kalifornia, berkata, ”Spesialis pemandu lalu lintas udara berperan penting atas keselamatan lalu lintas udara. Prioritas utama adalah mengupayakan jarak antarpesawat.” Melba, seorang pengawas lalu lintas udara, memberikan penjelasan lebih lanjut, ”Yang pertama dan terutama adalah keselamatan, tetapi selain keselamatan, kami juga mengatur kelancaran dan ketertiban lalu lintas udara.” Jadi, selain membantu mencegah terjadinya tabrakan, para petugas pemandu lalu lintas udara turut memastikan agar pergerakan pesawat lancar.

Tujuan semua pengaturan ini adalah agar sewaktu sang pilot sibuk dengan tugasnya di kokpit, mata dan telinga banyak petugas di darat dapat terus memantau penerbangan itu. Sang pilot secara berkala berbicara melalui radio, bukan saja dengan para petugas pemandu di bandara keberangkatan dan tujuan, melainkan juga dengan para petugas yang berada di beberapa lokasi tertentu di antara kedua bandara.

Memonitor hal-hal yang belum terlihat sang pilot sangatlah penting pada era pesawat berkecepatan tinggi ini. Bayangkan, ada dua pesawat jet komersial berada pada jalur yang sama dari arah yang berlawanan. Pada saat para pilot saling melihat, mungkin hanya ada waktu beberapa detik untuk mengelak tabrakan! Adalah tanggung jawab pemandu lalu lintas udara untuk mencegah terjadinya hal sedemikian. Jauh sebelum para pilot saling melihat, mereka akan diberi instruksi untuk menjaga jarak yang aman. 

Memantau Penerbangan Anda

Pemancar radio di darat yang berfungsi sebagai penunjuk arah menyediakan sinyal-sinyal yang memandu pesawat. Pilot mempunyai instrumen yang menangkap sinyal-sinyal dari pemancar tersebut dan memberi tahu posisinya dengan tepat. Karena pemancar radio tersebut dipasang di berbagai lokasi tertentu, pesawat seolah-olah terbang dari satu titik ke titik lainnya hingga tiba ke tempat tujuan mereka. Sebenarnya, dengan bantuan sistem navigasi ini terciptalah jalur udara yang spesifik.

Para petugas pemandu lalu lintas udara memantau pesawat pada jalur penerbangan ini. Sebelum keberangkatan, para pilot diwajibkan mendaftarkan rencana penerbangan yang memperlihatkan rute penerbangan yang akan mereka tempuh. Pemandu memiliki salinan rute tersebut, yang disebut flight progress strip. Salvador Rafael, seorang kepala pemandu lalu lintas udara, menjelaskan manfaat rencana tersebut, ”Ada titik-titik persimpangan pada jalur penerbangan. Sewaktu seorang pilot terbang di atas titik-titik tersebut, ia harus melaporkan informasi itu ke petugas pemandu. Lalu, petugas akan menandainya pada rute rencana penerbangan.” Dengan demikian, sang pemandu mendapatkan gambaran mental tentang jalur penerbangan itu.

Untuk mendapatkan laporan tersebut, para pemandu menggunakan alat lain—radio. Ia tahu di mana pesawat itu berada, dan sang pilot menerima instruksi yang membantu dia menjaga jarak yang aman dari pesawat lain. Biasanya, para petugas pemandu dan pilot mempunyai beberapa radio serta frekuensi, sehingga jika ada yang tidak berfungsi, yang lain masih dapat mereka gunakan.

Bagaimana dengan penerbangan internasional yang harus menggunakan berbagai bahasa? Untuk menghindari bahaya yang terjadi akibat salah komunikasi, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional telah memilih bahasa Inggris sebagai bahasa baku dalam penerbangan. Selain itu, jika ada kata-kata, huruf, serta angka yang kedengarannya mirip saat disampaikan melalui radio, pemandu lalu lintas udara telah diajarkan untuk menggunakan frasa dan pelafalan yang baku sewaktu memberikan instruksi kepada pilot. Langkah pengamanan lebih lanjut diambil dengan meminta para pilot ”membaca kembali”, atau mengulangi, instruksi tertentu yang diberikan oleh petugas pemandu.

Radar adalah alat lain yang digunakan oleh pemandu lalu lintas udara. Gelombang radio yang mengenai pesawat akan dipantulkan dan ditangkap oleh antena radar. Lalu, pada layar perangkat radar, pesawat akan kelihatan seperti titik-titik atau target. Banyak pesawat diperlengkapi dengan alat transponder, yang mengembalikan sinyal penanda pesawat ke radar. Sewaktu sinyal-sinyal itu digabungkan dengan informasi pada komputer, pesawat itu akan tampil di layar radar, lengkap dengan nomor penerbangan, kecepatan, ketinggian, dan jenis pesawatnya.

Jika pemandu melihat perlunya mengarahkan pesawat agar menghindari tabrakan, ia mempunyai beberapa pilihan. Ia dapat menginstruksikan pilot agar mengubah (1) haluan, atau arah. Ini disebut vectoring. Atau, ia dapat menyarankan untuk mengubah (2) kecepatan jika, misalnya, sebuah pesawat menyalip pesawat lainnya. Cara yang paling umum ia lakukan agar pesawat saling menjaga jarak adalah dengan mengubah (3) ketinggian jelajah.

Sebagai fitur yang membantu menjaga keselamatan, banyak sistem radar mengingatkan para pemandu akan timbulnya situasi yang membahayakan. Misalnya, jika sistem mengantisipasi bahwa dua pesawat terlalu dekat satu sama lain, alarm akan terlihat dan terdengar. Alarm lain akan berbunyi jika sebuah pesawat kelihatannya terlalu dekat ke tanah.

Tujuannya Keselamatan Anda

Rencana-rencana sudah mulai dibuat untuk meningkatkan sistem pemandu lalu lintas udara. Sistem navigasi di darat sering kali membuat pembatasan yang ketat bagi pesawat untuk mengikuti rute dan ketinggian spesifik. Hal ini memboroskan ruang terbang dan membuat rute penerbangan lebih panjang. Penerbangan kelak akan lebih mengandalkan sistem yang memanfaatkan satelit, seperti GPS (Global Positioning System), yang akan lebih fleksibel dalam mengatur rute pesawat dan lebih mudah memandu penerbangan yang melintasi samudra.

Seperti yang diperlihatkan dalam pembahasan singkat kita tentang pemandu lalu lintas udara, pilot Anda bukanlah satu-satunya orang yang tahu di mana posisi pesawat Anda pada setiap saat. Sebenarnya, ada beberapa orang lain di darat yang memantau gerak laju penerbangan itu. Sistemnya telah dirancang untuk meminimalkan bahaya dan memaksimalkan keselamatan. Tidak heran mengapa tingkat kecelakaan pesawat komersial sangatlah rendah!

Jadi, jika Anda seorang penumpang, janganlah terlalu waswas. Kali berikut Anda mengadakan penerbangan jarak jauh, ingatlah bahwa mata dan telinga para petugas pemandu lalu lintas udara memperhatikan keselamatan Anda. Silakan duduk tenang, rileks, dan selamat menikmati penerbangan Anda!

(Catatan Kaki)

Selama satu tahun terakhir ini di Amerika Serikat, pesawat-pesawat telah terbang sejauh sekitar 11 miliar kilometer, dan rata-rata hanya ada satu kecelakaan untuk setiap 334.448 jam terbang.

Fungsi dan Peranan Air Traffic Controller

Tugas Pemandu Lalu Lintas Udara (ATC atau Air Traffic Controller) yang tercantum di dalam Annex 2 (Rules of the Air) dan Annex 11 (Air Traffic Services) Konvensi Chicago 1944 adalah mencegah tabrakan antar pesawat, mencegah tabrakan pesawat dengan penghalang penerbangan, mengatur arus lalu lintas udara yang aman, cepat dan teratur kepada pesawat terbang, baik yang berada di ground atau yang sedang terbang ataumelintas dengan menggunakan jalur yang telah ditentukan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut diperlukan seorang petugas ATC dalam pengaturan  arus lalu lintas udara yang dimulai dari pesawat melakukan contact (komunikasi) pertama kali sampai dengan pesawat tersebut mendarat (landing) di bandara tujuan.

Disamping itu diperlukan dukungan prasarana, sarana serta perangkat peraturan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan ICAO (International Civil Aviation Organization) Organisasi Penerbangan Sipil International, yang dari hari ke hari terus dilakukan amandemen sesuai dengan pengembangan arus lalu lintas penerbangan dan teknologi.

Dalam dunia penerbangan fasalitas yang mutlak diperlukan adalah fasilitas komunikasi penerbangan, yang dibagi menjadi dua  kelompok, yaitu:1. Peralatan Komunikasi Antar Stasiun Penerbangan (Aeronautical Fixed Services atau AFS), 2. Peralatan Komunikasi Lalu Lintas Penerbangan (Aeronautical Mobile Services atau AMS)

 

 

Bagan Kerja Sistem Air Traffic Control


 
 
 
DANPUSPENERBAD


MAYJEN TNI SUKO PRANOTO

LOGIN WEBSITE



FORUM

 

LINK TERKAIT








LINK SATUAN










 
  Hak Cipta © 2010-2011. Portal Sistem E-Learning Pusat Pendidikan Pusat Penerbangan Angkatan Darat.

System and Design by Tim Pusdik Penerbad. e-mail :info@pusdikpenerbad.mil.id
Powered by MIKAHOSTING